Tuesday, February 26, 2013

Catatan Seorang Sahabat - 12

Ibaratkan diri kita “ANTENA Radio”

Sahabat mulia…,
Jika anda pecinta program2 sebuah stasiun radio
Maka pastilah kita hafal frekuensi gelombangnya,
Bahkan bs jd nama & suara penyiar2 nya,
Dan tentunya jam2 program yg kita sukai bukan..?!
Radio Jaman dulu (JADUL) scr umum dilengkapi dng penala (antena) diluar ..
Yg difungsikan utk menagkap frek. gelombang dari sumbernya (stasiun radio)
Dan jika penala bermasalah..,
Bisa dipastikan kualitas siaran yg kita dengarpun akan mengalami masalah..
Nah…pertanyaannya, kenapa kita harus mjd penala,
Sbgmna judul di atas..?!

Bebarapa tulisan kami sblmnya sempat membahas tentang tujuan hdup manusia..
Secara keseluruhan…, yakni KEBAHAGIAAN..
Dan kita semua pasti menyepakati bhw..,
kebahagiaan itu ada di dalam HATI (qalbun)..
Maka utk bisa merasakannya, tentunya kita harus meng-conect-kan..
Hati ini dengan SANG PEMILIK HATI.., sekaligus sumber kebahagiaan hakiki..
Ya…Dia-lah ALLAH SWT..pencipta langit bumi….
Dzat yg meliputi seluruh ciptaanNya dng sifat Rahman RahimNya..

Sahabat mulia..,
Sekarang mari kita kaitkan bahasn kita dng dua pragraf di atas…,

Saat radio kita.., tdk berada pd gelombang yg sama dng stasiun yg kita tuju
(misal radio kita pd frekuensi gel. 99.00 MHZ sedang yg kita tuju 100 MHZ)
Tntu kita tdk akan mendaptkan suara sbgmn yg kita kehendaki bukan??
Nah.., begitu pulalah..saat kita menginginkan kebahagiaan hakiki..
Yg bersumber kepada-Nya,
Namun pd saat yg sama kita ngotot dng frekuensi kita sendiri..
Kita ingin mendengar sumber (pemancar) radio dng berfrekuensi 100 MHZ..,
Akan ttp kita ngotot dng memsang radio kita di frekuensi 99.00 MHz..
Gak akan pernah nyambung bukan…?!!
Alias tdk akan pernah sampai kpd kebahhgiaan HAKIKI..
Kalaupun “merasa” bahagia biasanya bersifat “sementara “banget..

Pernyataan di ats mrpkn gambaran, saat kita mengnginkan kebahagiaan hakiki..,
Tp pd saat yg sama justru prilaku kita senantiasa menjauhkan kita dari..
Sumber kebahagiaan tsb ..yakni Allah Rabbul Izzati..

Sahabat mulia…,
Frekusnsi Tuhan..ada pada area yg teramat luas…
Dari mulai…Tersenyum kpd orang lain,
Menyapa dng salam, shadaqah, memperbanyak wirid dan dzikir,
Mengerjakan sunah2 Rasul-Nya , mjd orang tua terbaik utk putra/I kita,
Sahabat yg sll mengajak kpd kebaikan, penegak syariah-Nya,
Penebar nlai2 hidup yg bermanfaat atas sesama.. dll…

Sedangkan frekuensi yg semkin mjauhkan kita dariNya..
Mulai dari menggunjing orang lain,
Iri dan hasad dng keni’matan yg dianugerahkan kpd selain kita,
Mendzalimi diri sendiri & orang lain ,
menentang dan memprotes kehendak & taqdir Allah tanpa ilmu,
berlaku tdk adil saat diberi amanah kekuasaan,
sll merasa lebih baik & lebih suci dibanding hamba Allah yg lain
mudah putus asa & harapan dari rahmat Allah…dll

Kesimpulannya…
Jadilah penala yg memahami frekuensi mana yg kita hendak terima…
Yg dng pengetahuan tsb ,
kita akan mengarahkan frek.”RADIO” (HATI & TUBUH) kita pd frek.yg kita tuju
Untuk sampai kpd tujuan hidup yg kita kehendaki..
Kebahagiaan DUNIA AKHIRAT..!

(Teriring doa & salam kepada 400-an santri Institut Quran Reading Aplication/IQRA
yg dipimpin pak Abu MUslich..krn telah meminta tim kami utk bersama2 ..
dng para santri menyamakan frekuensi penala kita dengan Allah & Rasul-Nya
demi kebahgiaan kehidpan dunia - akhirat kita..)
sumber

No comments:

Post a Comment