Wednesday, March 27, 2013

Matematika Cinta

Ini hanya sekedar sebuah lagu Coy.....
cerita seperti kyak gni :


Pedangdut Fitri Karlina segera merilis single barunya setelah sebelumnya laris manis dengan lagu 'ABG Tua'. Lagu baru Fitri bertajuk 'Matematika Cinta'.

"Kalau 'ABG Tua' ada unsur etniknya, yang ini dangdut koplo progresif," ujar Fitri ditemui di Hotel Sahid, Jakarta Selatan,

Lagu tersebut adalah ciptaan salah satu band dari label Nagaswara Music. Fitri akan mulai mempromosikan lagu tersebut lewat radio lalu media lainnya seperti TV dan online.

Sembari terus meniti karier bermusiknya, adik Nini Karlina itu pun terus memacu kemampuannya. Fitri kini rajin les vokal untuk terus melatih suara terutama cengkoknya.

"Aku masih otodidak selama ini. Ke sini-sininya aku harus lebih pacu kemampuan, jadi sekarang ada guru vokal aku. Walaupun udah biasa nyanyi tapi teknik-teknik harus dikasih tau. Gimana trik kalau lagi sakit, lagi serak," jelasnya.

nich lyricnya bro

Cintaku ini cinta yang bisa diuji
Meskipun dengan matematika cintaku harga pasti ooh
Karena tak ada alasan untukku tak mencintai kamu
Bila semua yang ku cari-cari dan yang aku mau hanya ada padamu

Coba kau tambah-tambah, kurang-kurang, kali-kali
Dan bagi semua yang ku beri dan yang tak ku beri
Kau kan dapatkan hasilnya pasti sama dengan cinta syalalalala


Kalo mau dengerin n download lagunya langsung adja kesini



Kira - kira kapan ea ada lagu "Matematika Eyang Subur"......???
hehehehehehe

Monday, March 25, 2013

Catatan Seorang Sahabat - 14


Sekali2 Masukilah “LORONG WAKTU”

Pagi ini menghirup udara cap “MAJAPAHIT”
Ya..karena saat ini sy sedang berada sangat dekat dng bekas ibu kota..
Kerajaan Majapahit “TROWULAN”...di MOJOKERTO..
Selepas bersih diri dan rumah “Keluarga Besar” kami ..
Sy sempatkan meminjam sepeda motor ayah utk keliling kota...
Maklum...hari ini tanpa disertai keluarga di Mojokerto,
Krn tdk dlm rangka liburan , melainkan bekerja...
Berbagi dng teman2 PTPN X di mjkerto dan Sidoarjo slma 2 hari..
Dan menginap di rumah orang tua tentu mjd pilihan utamanya..!

Saat motor mulai meluncur pelan...,
Sy rasakan...motor ayah yg usianya hampir 20 tahun...
Ternyata “Lebih Nyaman” dibanding motor sy ..
Yg usianya 14 tahun lebih muda...
”PASTI KARENA BERKAH-dariNYA” Pikir sy...


Tanpa terasa ...pikiran bawah sadar sy...
Telah membawa motor tua ayah..
Menjelajah tempat2 “lama” yg benar2 sy kenal ..
Bahkan “detail” bangunan di kiri kanannya...
(maklum...dulu sekolah seringkali jalan kaki..!)
SDN Balongsari 8, SMPN 3, SMA Negeri 2....
3 tempat yg mjd “kawah candradimuka” pembentuk pribadi sy...
sekian puluh tahun silam

Sahabat mulia...,
Rasanya seperti membuka sebuah buku “tua”
Yg lama tak kita baca bahkan sentuh...
Terasa berdebu ...dan kertasnya tak se”mengkilap” dulu...
Itu dari sisi “Aura”..bukan fisiknya...
Krn scr fsik justru yg kami lihat beberapa lebih megaH di banding masa lalu..

Saat melewi jalan2 kecil yg dulu mjd “jalur wajib” sekolah...
Sekian banyak sawah tak lagi tampak..krn tertutup bangunan perumahan...
Meski tetap ada bangunan “lama” yg hampir tak berubah kecuali..
“wajahnya” yg telah termakan usia...,
Ditanadai dng warna dinding yg hampir tdk dikenali merah, biru ato hijau..,
Kelupas kulit dinding yg tampak dihampir seluruh permukaannya..
Dan tentu penghuninya yg satu dua masih sempat sy kenali...
Meski tampak jauh lebih tua dan lemah tentunya...

Dan...
Tanpa terasa muncul rasa rindu saat melewati bbrapa rumah teman & sahabat
yg sekarang entah kemana..
Rindu semangat berbagi hari itu...
Rindu semngat persaudaraannya......
Antusiasme menebar kegembiraan pd banyak orang hari2 itu
Tentu dng style “remaja” kami...khas anak2 muda dari kota kecil...

Tiba2 muncul keinginan utk sekedar berhenti di bebrapa tempat..,
Yg dulu kami pernah melakukan kebaikan..
Dan membaca surah al fatihah, berharap kebaikan di masa lalu di terima oleh-NYA..
Dan tempat2 dimana prilaku sia2...tlh kami lakukan di masa lalu..
Membaca surah al fatihah...
Dng berharap sungguh2 kesia siaan itu di maafkan oleh Allah...
(tentu ini bukan ritual khusus utk tdk masuk dlm wilayah non syar’i)

Sahabat mulia...,
Sesekali....masukilah lorong waktu masa lalu kita..
Utk bisa mengambil pelajaran..
Yg bisa kita tularkan kpd buah hati kita..
Shg mereka akan tumbuh dan berkembang...
Jauh lebih baik dan bermanfaat dibanding kedua orang tuanya....!!aamiin..

Wednesday, March 13, 2013

Catatan Seorang Sahabat - 13


Mensyukuri “Kelemahan”....

Membuat Coretan malam ini..,
Ditemani oleh si kecil yg sedang memainkan..
Jari jemari kecilnya di atas keyboard ..,
Laptop milik uminya, menuliskan huruf2 tak beraturan...
Sesekali saya lirik matanya berbinar2 melihat beragam huruf bermunculan..,
Ya..,
Meski tak memahami arti huruf yg keluar...
Ttp dia bisa menikmatinya....pasti bukan krn bacaanya..
Krn memang tak bisa dibaca...
Entah apa yg ada dlm pikiran si kecil...
Yg jelas jika ada orang yg mengatakan
“betapa pentingnya utk bisa membaca” atau dng kata lain..
Tidak bisa membaca = kecelakaan hidup
Tapi toh bg anak se-usianya (3,6 tahun)...
Jstru “kelemahan”itu mjdikan dia menikmatinya dari sisi yg berbeda..!
Belum bisa mengeja huruf memang..
Tp dia telah mampu mengeja bentuk.., warna dll..
Yg dng itu semua dia bisa menikmati berderet huruf di depannya..

Sahabat mulia...,
Kelemahan di satu sisi..., bisa jadi kelebihan di sisi yg berbeda..,
Mengantuk bisa jadi disebut “kelemahan”
Tetapi bukankah dia sinyal utk menghantar kita..
Pada keadaan TIDUR...!


Ayo coba kita bayangkan bersama2...
Jika sj kita tertidur tanpa di dahului dng proses mengantuk..
Bukankah..
Akan banyak orang tidur disebarang tempat & waktu...!
Naik motor...e..tiba2 tertidur...
Main tenis , astaghfirullah, tiba2 tertidur...
Berpidato di atas mimbar..ujug2..terlelap...
Maka betpa kacaunya dunia ini bukan..?!!
So...ngantuk itu anugerah bukan..!

Jika telinga kita memiliki batas kemampuan utk mendengar suara...
Betapa harus bergembiranya kita...,
Karena batas gelombang bunyi antara infra dan ultrasonik..,
Jstru mnjadikan kita bisa istirahat dng nyenyak bukan..
Tanpa harus diributkan dng suara semut demo..!!!!
Ulat yg ngobrol dengan tetangga...,
Cacing yg sedang mengadakan pleno dng warganya, dll..
Subhanallah...mk
Mari kita renungkan firman Allah dalam QS Ali Imran ini..

Rabbana maa khalaqta hadza baathilaa..
Subhanaka faqina ‘adzabannar..

Ya Rabb...(sungguh) tidak ada satupun ciptaan-Mu yang sia2
Maha suci Engkau dan lindungi kami dari adzab api neraka..

Jadi...
Ngantuk tak sia2 bukan ..(meski tetap hrus proporsional)..
Takut tak mengapa..asal tepat pd apa yg memang hrs ditakuti
Sakitpun bermakna..krn memahaminya sbg salah satu penggugur dosa...
bahkan bersinpun anugerah dari-Nya..
Dll..
So...
tatap segala hal ,dng “hikmah” yg dianugerahkan Allah kpd kita..,
Maka yag lemahpun mjd sumber kekuatan kita..
Dan sumber kebersyukuran kita...

Tuesday, February 26, 2013

Catatan Seorang Sahabat - 12

Ibaratkan diri kita “ANTENA Radio”

Sahabat mulia…,
Jika anda pecinta program2 sebuah stasiun radio
Maka pastilah kita hafal frekuensi gelombangnya,
Bahkan bs jd nama & suara penyiar2 nya,
Dan tentunya jam2 program yg kita sukai bukan..?!
Radio Jaman dulu (JADUL) scr umum dilengkapi dng penala (antena) diluar ..
Yg difungsikan utk menagkap frek. gelombang dari sumbernya (stasiun radio)
Dan jika penala bermasalah..,
Bisa dipastikan kualitas siaran yg kita dengarpun akan mengalami masalah..
Nah…pertanyaannya, kenapa kita harus mjd penala,
Sbgmna judul di atas..?!

Bebarapa tulisan kami sblmnya sempat membahas tentang tujuan hdup manusia..
Secara keseluruhan…, yakni KEBAHAGIAAN..
Dan kita semua pasti menyepakati bhw..,
kebahagiaan itu ada di dalam HATI (qalbun)..
Maka utk bisa merasakannya, tentunya kita harus meng-conect-kan..
Hati ini dengan SANG PEMILIK HATI.., sekaligus sumber kebahagiaan hakiki..
Ya…Dia-lah ALLAH SWT..pencipta langit bumi….
Dzat yg meliputi seluruh ciptaanNya dng sifat Rahman RahimNya..

Sahabat mulia..,
Sekarang mari kita kaitkan bahasn kita dng dua pragraf di atas…,

Saat radio kita.., tdk berada pd gelombang yg sama dng stasiun yg kita tuju
(misal radio kita pd frekuensi gel. 99.00 MHZ sedang yg kita tuju 100 MHZ)
Tntu kita tdk akan mendaptkan suara sbgmn yg kita kehendaki bukan??
Nah.., begitu pulalah..saat kita menginginkan kebahagiaan hakiki..
Yg bersumber kepada-Nya,
Namun pd saat yg sama kita ngotot dng frekuensi kita sendiri..
Kita ingin mendengar sumber (pemancar) radio dng berfrekuensi 100 MHZ..,
Akan ttp kita ngotot dng memsang radio kita di frekuensi 99.00 MHz..
Gak akan pernah nyambung bukan…?!!
Alias tdk akan pernah sampai kpd kebahhgiaan HAKIKI..
Kalaupun “merasa” bahagia biasanya bersifat “sementara “banget..

Pernyataan di ats mrpkn gambaran, saat kita mengnginkan kebahagiaan hakiki..,
Tp pd saat yg sama justru prilaku kita senantiasa menjauhkan kita dari..
Sumber kebahagiaan tsb ..yakni Allah Rabbul Izzati..

Sahabat mulia…,
Frekusnsi Tuhan..ada pada area yg teramat luas…
Dari mulai…Tersenyum kpd orang lain,
Menyapa dng salam, shadaqah, memperbanyak wirid dan dzikir,
Mengerjakan sunah2 Rasul-Nya , mjd orang tua terbaik utk putra/I kita,
Sahabat yg sll mengajak kpd kebaikan, penegak syariah-Nya,
Penebar nlai2 hidup yg bermanfaat atas sesama.. dll…

Sedangkan frekuensi yg semkin mjauhkan kita dariNya..
Mulai dari menggunjing orang lain,
Iri dan hasad dng keni’matan yg dianugerahkan kpd selain kita,
Mendzalimi diri sendiri & orang lain ,
menentang dan memprotes kehendak & taqdir Allah tanpa ilmu,
berlaku tdk adil saat diberi amanah kekuasaan,
sll merasa lebih baik & lebih suci dibanding hamba Allah yg lain
mudah putus asa & harapan dari rahmat Allah…dll

Kesimpulannya…
Jadilah penala yg memahami frekuensi mana yg kita hendak terima…
Yg dng pengetahuan tsb ,
kita akan mengarahkan frek.”RADIO” (HATI & TUBUH) kita pd frek.yg kita tuju
Untuk sampai kpd tujuan hidup yg kita kehendaki..
Kebahagiaan DUNIA AKHIRAT..!

(Teriring doa & salam kepada 400-an santri Institut Quran Reading Aplication/IQRA
yg dipimpin pak Abu MUslich..krn telah meminta tim kami utk bersama2 ..
dng para santri menyamakan frekuensi penala kita dengan Allah & Rasul-Nya
demi kebahgiaan kehidpan dunia - akhirat kita..)
sumber

Monday, February 11, 2013

jemput kebahagianmu

Umumnya manusia ingin bahagia dan mengejarnya dengan banyak cara. Tapi tak semua orang tahu bagaimana berbahagia dengan benar. Misal, masih ada orang yang beranggapan bahwa bahagia itu identik dengan kekayaan dan popularitas. Lalu dia kerja keras dsb, lalu kaya. Namun akhirnya tetap tidak menemukan kebahagiaan.

Itu keliru. Lihat saja tak sedikit konglomerat dan artis papan atas mati bunuh diri. Mereka hanya kaya nama dan harta tapi tetap miskin bahagia. Bahagia adalah emosi positif, yang kita perlukan sepanjang kehidupan, terutama di saat sulit dan situasi yang buruk. Perasaan bahagia dibentuk sejak kecil. Ditumbuhkan oleh kasih sayang orang tua, relasi yang baik dengan sesama dan iman yang sehat.

Emosi bahagia tumbuh karena melewati pelbagai pengalaman baik dan buruk, situasi positif- negatif secara SEIMBANG. Ya, bahagia adalah  menikmati kesenangan dan penderitaan secara seimbang. Itu sebabnya mereka yang TERLALU dimanja saat kecil bisa bermasalah secara emosi di masa dewasa. Demikian juga anak-anak yang lebih banyak menderita karena perlakuan kasar Ayah atau ibunya.

Hidup bagaikan roda. Kadang  di atas kadang di bawah. Begitulah ada waktunya kita senang, ada waktunya sedih. Ada waktu untuk untung, kadang malang. Ada waktu untuk mendapat, kadang kehilangan. Ya untuk segala sesuatu ada waktunya, kata Salomo. Tak selamanya orang menyukai kita, terkadang kita dibenci. Hari ini dipuji, eh besok orang yang sama bisa mencaci  kita. Lebih menyakitkan lagi saat orang terdekat mengkhianati kita.

Tubuh kita tak selalu sehat, sewaktu-waktu bisa sakit. Adapula teman yang menderita hingga bertahun-tahun lamanya seperti Ayah penulis yang pernah menderita sakit nyaris 2 tahun. Begitulah. Hidup bagaikan cuaca, yang tak selalu panas terkadang ada musim hujan. Ringkasnya, bahagia adalah belajar menikmati kesenangan dan penderitaan secara seimbang. Orang bahagia itu di masa senang tidak lupa diri, dan di kondisi yang buruk tidak bersungut atau mengutuk.

Menabung emosi bahagia Jadi bagaimana caranya menabung emosi bahagia? Tetap tegar di masa sukar? Sebelum masa sulit, pengalaman pahit, atau sakit ini datang persiapkanlah diri. Seperti Nabi Yusuf yang bijak menyiapkan tujuh tahun masa kelaparan dengan menabung gandum di masa kelimpahan, kitapun perlu menabung emosi bahagia.

Seperti pepatah berkata, "sedia payung sebelum hujan". Atau anak-anak sejak kecil butuh imunisasi agar kebal saat penyakit menyerang. Maka kita pun perlu menabung emosi bahagia. Caranya? Ingat dan catatlah semua pengalaman positif: pengorbanan orang tua, kasih sayang guru, dan kebaikan sahabat. Indahnya diterima dan dihargai orang yang mencintai Kita. Serta pengalaman lainnya yang membuat hati kita senang dan emosi kita positif. Menghitung setiap berkat Tuhan. Selain mencatat emosi bahagia kita di sebuah buku harian atau komputer, "catat" juga di loh hati Anda dengan senantiasa bersyukur pada sang Ilahi.

Setelah ditulis, bagikanlah kebahagiaan itu. Dengan cara menceritakannya sesering mungkin, selagi ada kesempatan. Inilah cara terbaik menabung emosi bahagia. Moto Pelikan Indonesia dimana saya bekerja adalah: "bagikanlah penderitaanmu maka penderitaanmu akan berkurang, bagikanlah kebahagiaanmu maka kebahagiaanmu akan bertambah". Bila suatu ketika datang masa yang sulit, atau sakit menyerang, kita bisa menggunakan memori tadi untuk menguatkan diri. Kita tetap kuat, tidak mengeluh atau bersungut.

Saat kita sedih, kita mengambil "tabungan" emosi senang. Mengingat bahwa kita pernah senang dan seterusnya. Mengingat banyak orang yang (sudah) menyenangkan kita. Di saat kita malang, ditipu atau dirugikan orang, kita ambil "tabungan" keuntungan. Ya, kita pernah beruntung mendapat pemberian dan kebaikan orang yang sayang dengan kita. Bisnis kita pernah untung. Sesekali gagal atau rugi, wajarlah.

Bandul Hidup
Saya menganalogikan irama hidup kita di atas bagaikan "main ayunan" atau bandul. Siapa yang cakap mengayun ayunannya, akan bisa bergembira meski di saat susah. Masalah sebagian klien kami di ruang konseling ternyata bukan pada besar atau beratnya masalah. Tapi karena mereka tidak siap menghadapi masalah dalam hidup. Tidak ready menghadapi kemungkinan terburuk. Misalnya, pasangan yang akan menikah lebih banyak membayangkan indahnya pernikahan, tapi tak pernah belajar keterampilan menghadapi pelbagai masalah dalam perkawinan. Apakah itu penyakit, kekurangan ekonomi atau masalah anak dengan kebutuhan khusus.

Umumnya orangtua bahagia punya anak, tapi mereka tidak mempersiapkan skill dan mental jika anak mereka menghadapi masalah. Terkena adiksi narkoba misalnya. Sebagian orang malah sudah takut menghadapi masalah. Mereka menganggap kesulitan itu momok yang harus dihindari atau dijauhi. Padahal sikap terbaik, masalah itu dijalani atau dihadapi. Bukan dihindari atau lari dari masalah. Dalam konseling kami membantu klien memahami fakta kehidupan adalah berjuang. Hidup adalah perjuangan.

Kita harus berhenti dari sikap dan perilaku yang menyalahkan atau mengkambinghitamkan orang lain. Stop dari penyesalan diri atau menyalahkan diri sendiri. Lebih baik energi emosi dan pikiran dikerahkan untuk menghadapi masalah. Dengan pikiran jernih, kita mencari solusi bersama pasangan dan orang yang dipercaya. Semua orang punya masalah. Kesulitan tidak menunjukkan kita lemah. Tidak. Kesulitan yang DIA izinkan  tidak bermaksud melemahkan, sebaliknya, mendewasakan. Membuat hidup seimbang dan lebih indah berwarna.

Semua  tantangan hidup adalah pencobaan yang biasa atau lazim, tidak melebihi kekuatan kita. Tuhan tahu apa yang terbaik dan apa  yang sanggup kita pikul. Kadang kita saja yang cenderung membesar-besarkan masalah; atau suka menyimpan atau lari daripada menghadapinya. Respon keliru inilah yang menjadikan beban hidup kita terasa berat. Kita juga perlu mengembangkan sikap optimis (beriman) dan berpengharapan, bahwa badai masalah pasti berlalu. Setiap masalah ada "wisuda"-nya. Bahkan bila Anda merasa "nasi sudah menjadi bubur", percayalah buburpun bisa dijadikan bubur ayam yang lezat. Bagi orang percaya, tragedi bisa menjadi "komedi" dan frustasi menjadi prestasi.  Sikap terbaik seorang pemenang adalah selalu mengandalkan Tuhan.

Kehidupan seperti main ayunan. Ada sedih ada senang, kadang untun terkadang malang. Hidup seperti bandul yang sebentar ke kiri lalu bergerak ke kanan.  Ayun saja, ikuti iramanya. Jangan fokus pada kesedihan. Ingat, kita pernah senang. Jangan fokus pada kelemahan pasangan, dia pun punya kelebihan. Ayun terus bandulmu, ya ayun saja agar berjalan seimbang. Anggap saja hidup ini seperti sebuah game yang asyik dan menarik, serta "bersenanglah". Belajar bersukacita dalam segala hal, dan ingat kita tidak sendiri.

Membawa Damai
Tabungan emosi bahagia bisa kita tingkatkan dengan mengembangkan jiwa pemaaf, alias cinta damai. Perhatikan Nasihat kuno ini, "Berbahagialah kamu yang membawa damai" masih relevan bagi kita. Prinsip hidup ini memberitahu kita cara berbahagia. Kita diminta mendistribusikan damai pada sesama. Terutama  yang sedang tidak memiliki damai. Seorang pendamai memiliki jiwa pemaaf. Mereka cakap menjadi mediator bagi sesamanya yang sedang konflik. Tentu orang yang sedang tidak berdamai dengan dirinya sendiri tidak mungkin mampu mendistribusikan damai ini.

Sebaliknya ia berpotensi membuat orang lain merasa tidak damai alias kecewa. Mereka yang defisit rasa damai dan kasih, berpotensi menjadi pribadi yang rentan konflik. Meski TAHU berdamai itu baik dan MAU berdamai dengan sesama tapi dia tak akan MAMPU melakukannya. Hanya orang yang berdamai dengan Tuhan dan dirinya sendiri dapat membawa damai pada sesama. Buah membawa damai adalah kebahagiaan. Bahagia artinya menikmati kesenangan dan penderitaan secara seimbang. Kebahagiaan membuat seseorang stabil, punya daya tahan dan daya juang.  Modal yang baik membangun karir dan keluarga.

Orang yang bahagia rela membayar harga demi kebahagiaan musuhnya. Sebaliknya, mereka yang tidak bahagia senang melihat orang lain (musuhnya) gagal dan menderita. Miskin empati. Orang yang tidak bahagia enggan melihat orang yang pernah melukainya bahagia. Ia (masih) menyimpan rasa iri dan marah. Sementara itu ada juga orang yang berpura-pura damai, bebas konflik. Mereka rela hidup MUNAFIK agar diterima sesamanya. Supaya dilihat  sebagai pemaaf.

Rasa damai semu dan para pendamai palsu ini banyak disekitar kita. Orang bijak dapat membedakannya. Berbahagialah kamu yang membawa damai. Ya, kebahagiaan dimulai dengan cinta damai. Bahagia dimulai dengan memberi maaf. Karena mengampuni itu PINTU perdamaian dan kebahagiaan. Tapi sayangnya, pintu itu kecil dan sempit tidak bisa dimasuki tanpa membungkuk alias rendah hati.

Catatan Seorang Sahabat - 11


Berhasil ..krn mereka tak rindu TEPUKAN TANGAN..!
 

Sahabat..,
pernahkah suatu pagi kita merasakan berat untuk bangun shalat subuh, hanya karena tadi malam mengikuti tayangan TV yang kita anggap bagus,
dan sejatinya... sebagus apa sih acara di stasiun TV yang mampu mengalahkan kenikmatan yang akan kita lihat di sorga kelak, mengapa kita gagal bangkit dari tempat tidur dengan cepat?....ya…karena kita kalah dengan diri kita sendiri (nafsu kita), yang senantiasa menginginkan dirinya menjadi pemimpin bagi fitrah.

Tapi marilah kita lihat, mengapa diantara sekian banyak manusia yang terlupakan akan kesejatian hidup, masih ada sekelompok orang yang selalu merindukan bangun di akhir malam, dalam kesunyian ....

hamba2...yg tak berharap pandangan mata manusia, pujian ,atau tepukan tangan, tetapi mereka selalu berhasil, dan berhasil melakukannya……ya...
mereka adalah orang yang telah berhasil mengalahkan musuh dlm dirinya (mengendalikan dan menguasainya),
walaupun bisa jadi untuk masalah yang berbeda mereka tidak/belum menjadi pemenangnya..,

artinya sahabt mulia..,
Setiap saat yang kita lalui akan menghadapkan kita kpd kebaikan dan keburukan, haq dan bathil...
Akan tetapi jika kita terus brusaha menanamkan keyakinan akan kemahasempurnaan-Nya dan berusaha secara maksimal memiliki kualitas keyakinan tsb,
insyaAlloh kita akan sanggup memenangkan pertarungan tersebut sebagaimana janji-Nya Di dalm Kitab yg mulia :

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal”
(QS Ali Imran :160)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.
(QS Muhammad :7)

Sahabat mulia..,
Berusaha menghilangkan kerinduan tepukan tangan manusia...tatapan kagum dari mata mereka..dan pujian lisan atas "apa yg kita lakukan"...akan menghantarkan kita pada pintu GERBANG kebahagiaan kehdupan.., jk kita pernah merasakan KEBAHAGIAAN di tengah "keheningan pujian dan sorak sorai teriakan takjub manusia, kenapa kita tdk terus mengulanginya"...!
maka..COBALAH kembali memasuki "alam keheningan-Nya" yg diburu oleh hamba2 pilihan di setiap jaman dan masa di tiap "stasiun pemberangkatan" yg bernama SEPERTIGA MALAM TERAKHIR...krn sayapun berada pd garis start yg sama dng anda..!
"

Wednesday, February 6, 2013

Latihan Soal Dimensi Tiga SMA IPA

Tak kurang dari 20 Bab Matematika di SMA yang perlu
dipersiapkan untuk Menghadapi Ujian Nasional (UN/UNAS/EBTANAS).
atau Ujian Tulis SBMPTN (SNMPTN/UMPTN/SPMB/SIPENMARU/PERINTIS.....
atau apalah istilahnya.).
Untuk itu tetap Semangat belajar, berlatih dan Berdoa.
Berikut ini dapat langsung kamu Download
Soal & Pembahasan Matematika SMA
(Ku tau yg kau Mau)
Untuk Ujian Nasional tetep berpegang pada SKL yang ada.